impresi 2 hari mengendarai si riris aka honda kharisma 2005

Well, 2 hari kemarin, dikarenakan ada sesuatu dan lain hal, si bongsor yang biasanya menemani ane menjalani aktivitas sehari2 terpaksa ane kandangkan di kantor.  Sebagai gantinya, ane meminjam sebuah sepeda motor dari seorang teman, sebuah honda kharisma aka si riris brojolan tahun 2005 dengan kondisi seadanya.😀

“kelinci” bakar percobaan:mrgreen:

Spesifikasi:

Panjang x Lebar x Tinggi 1901x708x1078 mm.
Jarak sumbu roda 1246 mm.
Jarak terendah ke tanah 137 mm.
Berat kosong 102,2 kg (NF125D), 101,6 kg (NF125).
Tipe rangka Tulang punggung
Tipe suspensi depan Teleskopik
Tipe suspensi belakang Lengan ayun dan peredam kejut ganda.
Ukuran ban depan 2,50  17 38L
Ukuran ban belakang 2,75  17 41P
Rem depan Cakram hidrolis (NF125D), Tromol (NF125)
Rem belakang Sistem tromol
Kapasitas tangki bahan bakar 3,7 liter
Tipe mesin 4 langkah, SOHC, pendinginan udara
Diameter x langkah 52,4 x 57,9 mm.
Volume langkah 124.9 cc.
Perbandingan kompresi 9,0 : 1
Daya maksimum 9,3 PS/7500 rpm.
Torsi maksimum 10,1 N.m/4000 rpm.
Kapasitas minyak pelumas mesin 0.70 liter pada penggantian periodik
Kopeling Otomatis, tipe basah, tipe ganda
Gigi transmisi 4 kecepatan, rotary
Pola pengoperan gigi 1- N – 2 – 3 – 4 – N
Starter Pedal dan elektrik
Aki MF 12 V – 3,5 Ah
Busi ND U20EPR9, NGK CPR6EA-9
Sistem Pengapian CDI-DC, Battery
Back to topic, dalam kesempatan kali ini ane mau membahas apa yang ane rasakan saat mengendarai motor tersebut, baik dari segi performa, kenyamanan, dan konsumsi BBM yang menurut pemiliknya cukup irit dengan cc yang di usungnya.

Poin pertama, saat ane duduk di atas sadelnya, walau busa jok terasa sedikit keras, namun entah kenapa ada kesan nyaman yang lebih yang tidak bisa ane temui saat menunggangi si bongsor. Mungkin karena posisi setang yang tinggi dan relatif dekat dengan tempat duduk pengendara, dipadu dengan posisi kaki yang khas motor kommuter pada umumnya sehingga mampu menciptakan segitiga ergonomi yang sesuai dengan postur tubuh ane yang cukup imut untuk ukuran seorang ABG sejati:mrgreen: .

Poin kedua, saat mesin dinyalakan, deru knalpot terasa begitu halus, demikian pula dengan suara mesinnya. Teknologi piston berlapis teflon dan roller rocker arm yang dibenamkan ternyata cukup mengurangi noise yang timbul akibat gesekan yang terjadi selama mesin bekerja baik dalam kondisi idle maupun saat rpm tinggi.

Poin ketiga, akselarasi. Walau usia motor sudah menginjak 6 tahun serta terasa ada gejala slip kopling yang lumayan, namun masih  terasa cukup nendang, khas mesin overstroke dimana torsi melimpah telah didapat dari RPM mesin yang tergolong rendah, sehingga ane tak perlu terlalu ngoyo, cukup sedikit memelintir gas si riris pun dengan cukup mudah menyalip truk2 kecil yang berjejer rapi sepanjang perjalanan kemarin. Dalam kondisi STOP and GO pun akselarasi terasa cukup spontan, dipadu dengan wheel base yang pendek maka si riris terasa lincah berkelit di antara padatnya lalu lintas kota karawang yang cukup membuat orang penat pada rush hour sehari2.

Poin keempat, konsumsi BBM. Perjalanan yang ane tempuh 2 hari kemarin berjarak total sekitar 110 km (sayang ane lupa moto). Sebelum berangkat, ane melakukan pengisian BBM di pom bensin yang terdekat yang berjarak tidak lebih dari 2 km dari kantor ane bekerja. Cukup isi 10 ribu saja hingga bensin menyentuh bibir tangki. Si kharisma pun ane coba perlakukan dengan karakter riding ane sehari2.  Dengan kondisi betot gas pol2an di 80% perjalanan dan 20 % sisanya kondisi Stop and go, si riris dapat melenggang kembali ke pom bensin awal pengisian, lalu Ane isi premium hingga mentok di kisaran 15 ribu rupiah ( full tank ), hingga di dapat konsumsi BBM sekitar 110km / (15000:4500)= 33 kpl. Cukup irit mengingat CC yang sudah 125 serta gejala slip kopling yang terjadi pada mesin si riris selama pengetesan tersebut.

Poin kelima, kestabilan. Selama perjalanan, pada kecepatan tinggi, sedikit terasa ada gejala melayang pada roda depan si riris. Apalagi saat digunakan untuk menyalip kendaraan besar seperti bus dan truk, motor terasa oleng.  Selain itu terasa ada getaran yang menjalar ke stang sehingga cukup mengganggu kenyamanan kala menyusuri jalan lingkar luar karawang yang didominasi oleh lintasan lurus yang menggoda iman setiap biker untuk membetot gas sejadi2nya disana. Namun di speed rata2 60 kpj, gejala2 tadi hilang sama sekali, dan si riris pun anteng menyusuri jalan lingkar luar karawang dengan anggunnya.

Overall, setelah pengetesan selama 2 hari itu ane bisa menyimpulkan bahwa si riris ini adalah tipe kendaraan yang asik digunakan dengan kondisi speed cruising yang sedang2 saja, sebuah motor kommuter yang nyaman dikendarai walau kita berlama2 duduk di atas sadelnya, serta mumpuni digunakan untuk menemani aktivitas sehari2 di jalur2 kota dengan traffic yang cukup tinggi .😉

-salam nubi selalu-

  1. Ini motor jd inget pertama kali bljr naek motor pake ini ..

    Tp nabraknya pake honda supra butut yg skrng ane pake..

    Motor ini emang irit..tokcer..

    Sayang,, mtor ini belum SKS..

    Dan tahun 2007 motor karisma ane hilang di rumah pd saat malam dibobol maling.

    • wah, jadi ikut berduka😥

      masbro bener banget, emang waktu jaman kharisma brojol belum populer yang namanya kunci SKS, y walaupun yang pake SKS juga tetep bisa digondol maling, yang penting tetep waspada n ikhtiar semaksimal mungkin buat ngejaga tunggangan kesayangan kita, betul??😀

      aniway makasih dah berkunjung masbro😀

  2. jadi keinget yg pernah di jual.😦

  3. wew
    jadi keinget sama si supra

    impressinya kok hampir mirip ya……

    • nah lho?! mirip tow masbro? jadi tertarik buat ngebahas 2 tipe motor ini..🙄

      aniway makasih dah berkunjung masbro😀

  4. NF125 awal2 (Karisma dan Kirana) memang mantap:mrgreen:

    • yups, setuju masbro, bobot imut dengan CC n power yang lebih dari cukup, digas dikit langsung ngacirrrrrrrrr, g pake lemot:mrgreen:

      aniway makasih dah berkunjung masbro😀

    • gogo
    • Desember 17th, 2011

    motor legendaris jaman smp..

  5. salam kenal mas bro.
    motor pertama saya juga karisma.sekarang dipake adik kerja di pt SSI karawang.
    lalu ganti tiger yg akhirnya harus dijual karena terpaksa..

    • salam kenal juga masbro😀
      wah sayang banget masbro, tapi kalo udah terpaksa gitu y apa mau dikata?? semoga si tigy dirawat baik2 ama pemiliknya sekarang, amiin😀

      aniway makasih dah berkunjung masbro😀

  6. kalo gak salah mesinnya sama plek dengan kirana ya❓

    • denger2 sich gitu masbro, y buat kirananya nanti ane bahas deh, kebetulan ada temen yang punya, jadi bisa pinjem buat di review disini😀

      aniway makasih dah berkunjung masbro😀

  7. punya saya 2003 mas, masih asik bgt, ke bandung cuma 10.000 rupiah dari cibinong bogor tapi rangka nya udah karatan karena sering kehujanan sediiiih….

    • yups, emang klo mesin masih prima kharisma pancen irit, denger2 waktu awal keluar malag ada yang tembus 80an km/liter, diapain yak mpe bisa begitu??
      aniway makasih dah berkunjung😀

  8. jgn pake ban federal,, pengalaman ane gak ada gripnya walopun treknya kering.. utk ukuran tinggi badan diatas 170 cm.. nih termasuk motor bebek yg enak drpd yg laen..:mrgreen:

  9. kok jeneng e mirip punya ku om? # si riris 🙄

  10. dulu latihan naek motor pertama kali pake ini😀 skrng udh dijual diganti supra x butut

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: